NPM : 17214678
Fakultas : Ekonomi
Jenjang/Jurusan : S1/Manajemen
Model Etika Dalam Bisnis
Carroll
dan Buchollz (2005) dalam Rudito (2007:49) membagi tiga
tingkatan manajemen dilihat dari cara para pelaku bisnis dalam menerapkan
etika dalam bisnisnya.
1.
Immoral Manajemen
Immoral
manajemen merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan
prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer yang memiliki manajemen tipe ini pada
umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas, baik
dalam internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas
bisnisnya. Para pelaku bisnis yang tergolong pada tipe ini, biasanya
memanfaatkan kelemahan-kelemahan dalam komunitas untuk kepentingan dan
keuntungan diri sendiri, baik secara individu atau kelompok mereka. Kelompok
manajemen ini selalu menghindari diri dari yang disebut etika. Bahkan hukum
dianggap sebagai batu sandungan dalam menjalankan bisnisnya.
2.
Amoral Manajemen
Tingkatan
kedua dalam aplikasi etika dan moralitas dalam manajemen adalah amoral manajemen.
Ada dua jenis lain manajemen tipe amoral ini, yaitu :
Pertama,
manajer yang tidak sengaja berbuat amoral (unintentional amoral manager).
Tipe ini adalah para manajer yang dianggap kurang peka, bahwa dalam segala
keputusan bisnis yang diperbuat sebenarnya langsung atau tidak langsung akan
memberikan efek pada pihak lain. Oleh karena itu, mereka akan menjalankan
bisnisnya tanpa memikirkan apakah aktivitas bisnisnya sudah memiliki dimensi
etika atau belum. Manajer tipe ini mungkin saja punya niat baik, namun mereka
tidak bisa melihat bahwa keputusan dan aktivitas bisnis mereka apakah merugikan
pihak lain atau tidak. Tipikal manajer seperti ini biasanya lebih berorientasi
hanya pada hukum yang berlaku, dan menjadikan hukum sebagai pedoman dalam
beraktivitas.
Kedua,
tipe manajer yang sengaja berbuat amoral. Manajemen dengan pola ini sebenarnya
memahami ada aturan dan etika yang harus dijalankan, namun terkadang secara
sengaja melanggar etika tersebut berdasarkan pertimbangan-pertimbangan bisnis
mereka, misalnya ingin melakukan efisiensi dan lain-lain. Namun manajer tipe
ini terkadang berpandangan bahwa etika hanya berlaku bagi kehidupan pribadi
kita, tidak untuk bisnis. Mereka percaya bahwa aktivitas bisnis berada di luar
dari pertimbangan-pertimbangan etika dan moralitas.
3.
Moral Manajemen
Tingkatan
tertinggi dari penerapan nilai-nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah
moral manajemen. Dalam moral manajemen, nilai-nilai etika dan moralitas
diletakkan pada level standar tertinggi dari segala bentuk perilaku dan
aktivitas bisnisnya. Manajer yang termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan
mematuhi aturan-aturan yang berlaku namun juga terbiasa meletakkan
prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinannya. Seorang manajer yang termasuk
dalam tipe ini menginginkan keuntungan dalam bisnisnya, tapi hanya jika bisnis
yang dijalankannya secara legal dan juga tidak melanggar etika yang ada dalam
komunitas, seperti keadilan, kejujuran, dan semangat untuk mematuhi hukum yang
berlaku. Hukum bagi mereka dilihat sebagai minimum etika yang harus mereka
patuhi, sehingga aktivitas dan tujuan bisnisnya akan diarahkan untuk melebihi
dari apa yang disebut sebagai tuntutan hukum. Manajer yang bermoral selalu
melihat dan menggunakan prinsip-prinsip etika seperti, keadilan, kebenaran, dan
aturan-aturan emas (golden rule) sebagai pedoman dalam segala keputusan
bisnis yang diambilnya.
4. Agama, Filosofi, Budaya, dan Hukum
- Agama
Menurut KBBI: Agama adalah sistem yang
mengatur tata keimanan/kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa
serta kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia lainnya.
Menurut H. Moenawar Chalil definisi Agama adalah perlibatan
yang merupakan tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan
supranatural tersebut sebagai konsekuensi atas pengakuannya.
http://newbieyangpro.blogspot.co.id/2016/08/contoh-dan-gambar-pelanggaran-ham.html
- Filsafat
Sumber utama nilai-nilai etika yang dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi dalam pengeJolaan dan pengendalian perilaku pebisnis dengan aktifitas usaha bisnisnya adalah filsafat. Ajaran-ajaran filsafat tersebut
mengandung nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari pemikiran-pemikiran filsuf dan ahli filsafat yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
mengandung nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari pemikiran-pemikiran filsuf dan ahli filsafat yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
- Budaya
Soelaiman Soemardi & Selo
Soemardjan menerangkan bahwa suatu kebudayaan merupakan
buah atau hasil karya cipta & rasa masyarakat. Suatu kebudayaan memang
mempunyai hubungan yang amat erat dengan perkembangan yang ada di masyarakat.
Seorang arkeolog, R. Seokmono menerangkan
bahwa budaya adalah hasil kerja atau usaha manusia yang berupa benda maupun
hasil buah pemikiran manusia dimasa hidupnya.
CONTOH KASUS:
Budaya Organisasi Google
Google Inc. adalah
sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan
pada jasa dan produk Internet. Produk-produk tersebut meliputi teknologi pencarian, komputasi web,
perangkat
lunak, dan periklanan daring. Sebagian besar labanya berasal dari AdWords.
Google
didirikan oleh Larry
Page dan Sergey Brin saat masih mahasiswa Ph.D. di Universitas
Stanford. Mereka
berdua memegang 16 persen saham perusahaan. Mereka menjadikan Google
sebagai perusahaan swasta pada tanggal 4 September 1998. Pernyataan misinya adalah "mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya dapat diakses
dan bermanfaat oleh semua orang",dan slogan tidak resminya adalah "Don't be evil". Pada tahun 2006,
kantor pusat Google pindah ke Mountain
View, California.
Sejak
didirikan, pertumbuhan perusahaan yang cepat telah menghasilkan berbagai
produk, akuisisi, dan kerja sama di bidang mesin pencari inti Google. Perusahaan ini menawarkan perangkat lunak produktivitas daring (dalam jaringan), termasuk surat elektronik
(surel), paket aplikasi perkantoran, dan jejaring
sosial. Produk-produk
komputer mejanya meliputi aplikasi untuk menjelajah
web, mengatur dan menyunting foto,
dan pesan
instan. Perusahaan
ini memprakarsai pengembangan sistem operasi Android untuk telepon genggam dan Google Chrome OS untuk jajaran netbook Chromebook.
Google sudah beralih ke perangkat keras komunikasi. Mereka bekerja sama dengan
berbagai produsen elektronik besar untuk memproduksi perangkat Nexus-nya dan mengakuisisi Motorola Mobility pada Mei 2012. Tahun 2012,
infrastruktur serat optik dipasang di Kansas untuk memfasilitasi layanan Internet pita lebar Google Fiber.
Perusahaan ini
diperkirakan mengoperasikan lebih dari satu juta server di beberapa pusat data
di seluruh dunia dan memproses lebih dari satu miliar kueri pencarian dan
sekitar 24 petabita data buatan pengguna setiap harinya.
Pada bulan Desember 2012, Alexa menyebut google.com sebagai situs web paling banyak
dikunjungi di dunia. Situs-situs Google dalam bahasa lain masuk peringkat 100
teratas, sebagaimana halnya situs milik Google seperti YouTube dan Blogger. Google menempati peringkat kedua di
basis data ekuitas merek BrandZ.
Dominasi pasarnya menuai kritik
mengenai hak
cipta, penyensoran, dan privasi. Pada tahun 2014, Google juga mendapat penghargaaan dari
Business Insider sebagai perusahaan yang memiliki merk paling bernilai
Pada 10 Agustus 2015, Google melalui postingan blog, CEO
Google Larry
Page mengumumkan
pembentukan perusahan baru bernama Alphabet yang akan menjadi perusahaan induk mencakupi Google dan
usaha-usaha lain yang tak terlalu terkait erat dengan bisnis utama Google. Pada
restrukturisasi tersebut, Larry Page akan menjadi CEO perusahaan baru Alphabet. Sergey Brinn
menjabat sebagai President didampingi Erich Schmidt
sebagai Executive Chairman. Sedangkan, CEO Google akan dijabat oleh Sundar Pichai.
BUDAYA PERUSAHAAN
Google
dikenal dengan etos kerjanya yang santai. Bulan Januari 2007, budaya Google
tersebut dipelajari oleh Fortune
Magazine dan menempati urutan
#1 (dari 100) perusahaan terbaik untuk bekerja. Budaya bekerja santai Google
dapat dilihat dari logo Google-nya
yang bervariasi pada hari-hari penting.
Google memperkerjakan orang-orang yang cerdas dan tekun, dan
kami lebih mengutamakan kemampuan di atas pengalaman. Meskipun Karyawan Google
berbagi tujuan dan visi yang sama untuk perusahaan, Google menerima semua orang dari
latar belakang yang berbeda dan dengan keragaman bahasa, yang mencerminkan pengguna global yang
kami layani. Di luar pekerjaan, Karyawan Google melakukan bermacam hobi, mulai
dari bersepeda hingga beternak lebah, mulai dari bermain frisbee hingga
berdansa foxtrot.
Google mempertahankan budaya terbuka, yang mana setiap orang
merupakan kontributor aktif dan merasa nyaman untuk berbagi ide serta opini.
Dalam pertemuan wajib mingguan (“TGIF”)—tidak termasuk yang lewat email atau di
kafe—para Karyawan Google mengajukan pertanyaan langsung kepada Larry, Sergey,
serta eksekutif lainnya mengenai masalah perusahaan, berapa pun banyaknya.
Kantor dirancang untuk mendorong interaksi antara Karyawan Google di dalam tim
dan antartim lainnya, serta untuk menghidupkan percakapan tentang pekerjaan serta
bermain.
http://ainurrofi12.blogspot.co.id/2016/09/resume-budaya-organisasi-dan-studi-kasus.html
- Hukum
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja;
Hukum adalah keseluruhan kaidah serta semua asas yang mengatur pergaulan hidup
dalam masyarakat dan bertujuan untuk memelihara ketertiban serta meliputi
berbagai lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah sebagai suatu
kenyataan dalam masyarakat.
CONTOH KASUS:
Pelanggaran kasus hukum maupun etika
dalam bisnis juga terjadi di sejumlah perusahaan di dalam negeri. Salah
satunya datang PT. Nabisco yang merupakan produsen dari makanan ringan
yang sangat laris yang bermerk Oreo. Siapa yang tak suka dengan biskuit
lezat ini? Namun siapa sangka ternyata biskuit ini sempat menuai kasus
yang serius? Anda mungkin masih mengingat pemberitaan tentang produk
makanan ini beberapa waktu lalu.
Menurut pemeriksaan dan penelitian BPOM,
Oreo berkode ML yang diproduksi oleh luar negeri mengandung melanin yang
sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Namun untuk Oreo berkode MD yang
dihasilkan di dalam negeri, melanin tidak terdeteksi, sehingga produk
ini aman untuk dikonsumsi. Akhirnya Oreo yang berbahaya tersebut ditarik
peredarannya dari pasar dan tentunya PT. Nabisco mendapatkan sanksi
yang tegas.
Etika bisnis
yang dilanggar oleh PT. Nabisco adalah etika kejujuran. PT. Nabisco
tidak memberikan peringatan terhadap konsumen tentang kandungan
melaninnya. Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah kita
sebagai pebisnis harus memikirkan keadaan konsumen. Kita harus
menyediakan pelayanan terbaik dengan produk yang tidak mengganggu
kenyamanan konsumen.
http://www.bisnisme.com/2-contoh-kasus-yang-melanggar-aspek-hukum-dalam-bisnis/
5. Leadership
Kartini
Kartono (1994:48)
Kepemimpinan itu karakternya khas,
spesifik, dibutuhkan pada satu situasi tertentu. Sebab didalam sebuah kelompok
yang melakukan kegiatan-kegiatan tertentu & memiliki sebuah tujuan serta
berbagai macam peralatan yang khusus. Pemimpin sebuah kelompok dengan ciri-ciri
yang karakteristik adalah fungsi dari situasi tertentu.
CONTOH KASUS:Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar.
6. Strategi dan Perfomasi
Pendekatan
secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan,
dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah
untuk kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat
perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa
harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan yang
jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin
dicapai perusahaannya dengan standar-standar etika. Karena keseluruhan strategi
perusahaan yang disebut excellence harus bisa melaksanakan seluruh
kebijakan-kebijakan perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang
jujur.
CONTOH KASUS:
PT.
KOJO adalah perusahaan yang bergerak dibidang property migas yang
beroperasi di wilayah Kalimantan Timur dan Riau, Klien PT KOJO terdiri
dari para kontraktor Migas seperti Schlumberger, Haliburton, BJ Service,
EMI dll. PT.
KOJO menerapkan Performance Management system dengan pola 2 kaki yaitu
management by Objective dengan mengimplementasikan Balanced Scorecard
dan Management by values melalui competency model. KOJO
mencoba menyeimbangkan orientasi hasil dan orientasi proses, mencoba
membangun system pengukuran kinerja serta membangun juga budaya
perusahaan yang mantap dan dapat dianut oleh seluruh stakeholders.
Lebih
jauh lagi dalam implementasinya, KOJO juga focus dalam menciptakan
tenaga kerja yang professional dengan menggunakan system pengukuran
balanced scorecard. Melalui balanced scorecard setiap departemen harus
terlibat dalam menunjang rencana strategis perusahaan.
Dalam
tataran operasionalnya keseluruhan sasaran strategis akan diturunkan
kedalam sasaran strategis departemen (cascading) dan masing-masing
diberikan Key Performance Indicator untuk mengukurnya.
http://irman-musafir-sufi.blogspot.co.id/2011/12/balanced-scorecard-studi-kasus-pt-kojo.html
7. Karakter Individu
Menurut James (2004 : 87) “karakteristik individu adalah minat, sikap dan kebutuhan yang dibawa seseorang didalam situasi kerja.” Minat adalah sikap yang membuat seseorang senang akan obyek kecenderungan atau ide-ide tertentu. Hal ini diikuti dengan perasaan senang dan kecenderungan untuk mencari obyek yang disenangi itu. Minat mempunyai kontribusi terbesar dalam pencapaian tujuan perusahaan, betapapun sempurnanya rencana organisasi dan pengawasan serta penelitiannya. Bila karyawan tidak dapat menjalankan tugasnya dengan minat gembira maka suatu perusahaan tidak akan mencapai hasil yang semestinya dapat dicapai.
CONTOH KASUS:
Dalam sebuah perusahaan, mengalami perdebatan karena perbedaan pendapat antara karyawan dengan karyawan lain, mereka mencoba memberikan argumentasi mereka, atas produk yang akan di jual oleh perusahaan.
Dalam sebuah perusahaan, mengalami perdebatan karena perbedaan pendapat antara karyawan dengan karyawan lain, mereka mencoba memberikan argumentasi mereka, atas produk yang akan di jual oleh perusahaan.
8. Budaya Organisasi
Menurut Susanto adalah nilai-nilai yang menjadi
pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan
usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing
anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana
mereka harus bertingkah laku atau berperilaku.
CONTOH KASUS:
Ketika masuk dalam sebuah bank, misalnya, satpam bank selalu membukakan pintu untuk pengunjung dan selalu mengucapkan salam, seperti selamat pagi ibu…selamat sore pak…sambil menundukkan badannya, dan nilai-nilai sebagiannya. Ini juga budaya perusahaan, yang dijadikan kebiasaan sehari-hari perusahaan.
CONTOH KASUS:
Ketika masuk dalam sebuah bank, misalnya, satpam bank selalu membukakan pintu untuk pengunjung dan selalu mengucapkan salam, seperti selamat pagi ibu…selamat sore pak…sambil menundukkan badannya, dan nilai-nilai sebagiannya. Ini juga budaya perusahaan, yang dijadikan kebiasaan sehari-hari perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.